Saya tidak terlalu mengikuti banyak hal akhir-akhir ini. Sampai pagi ini.
Seperti biasa, saya berhenti di SPBU dengan keyakinan penuh bahwa hidup berjalan sebagaimana mestinya. Motor masih sama. Uang di dompet juga kurang lebih sama.
Lalu saya melihat papan harga. Ternyata ada yang berubah.
Pertalite masih bertahan di angka Rp10.000 per liter. Mungkin ia sedang menjadi satu-satunya yang memilih untuk tetap tenang di tengah keramaian.
Sementara itu, Pertamax melompat dari Rp12.300 menjadi Rp16.250. Dan Pertamax Green dari Rp12.900 menjadi Rp17.000.
Saya sempat memeriksa lagi angkanya. Bukan karena tidak percaya. Hanya ingin memastikan bahwa pagi itu saya sedang melihat papan harga, bukan skor pertandingan.
Menariknya, kenaikan harga bensin selalu berhasil melakukan sesuatu yang jarang bisa dilakukan hal lain: membuat banyak orang mendadak pandai berhitung.
Perjalanan yang biasanya terasa dekat tiba-tiba memiliki nilai rupiah.
Rute yang biasanya dipilih tanpa pikir panjang mendadak dipertimbangkan kembali.
Bahkan motor yang selama ini dianggap irit, mendadak terasa kurang akrab.
Tapi begitulah hidup.
Kadang yang berubah bukan kendaraan, bukan tujuan, bahkan bukan jalan yang kita lalui. Hanya angka di sebuah papan.
Namun cukup untuk membuat banyak orang pulang dengan bahan obrolan baru.
Bertepatan dengan lahirnya blog ini, ada dua hal yang sedang berusaha naik.
- Harga bensin.
- Dan jumlah tulisan di blog ini.
Bedanya, yang satu naik tanpa meminta izin saya.

Komentar